Formasi Final CPNS 2021 akan Diputuskan Pada Bulan April

Formasi Final CPNS 2021 akan Diputuskan Pada Bulan April ~ Rekrutmen untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2021 terus disiapkan oleh pemerintah bersama kementerian terkait.

Persiapan rekrutmen tersebut menjadi bahasan utama dalam rapat koordinasi antara Komisi II DPR dan Kementerian terkait dimana salah satu pembahasannya adalah mengenai jumlah formasi yang akan dibutuhkan pada tahun ini.

Informasi mengenai formasi apa saja yang akan dibutuhkan pada Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  pada tahun 2021 akan diumumkan pada bulan April. Tjahjo Kumolo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan proses tawar menawar baik di daerah maupun kementerian negara.

Sampai saat ini di kementeraian sudah tercatat  ada sebanyak 1.275.387 formasi yang dibutuhkan dalam CPNS tahun 2021. Dimana dari total jumlah tersebut 83.669 diantaranya adalah formasi yang dibutuhkan di instansi pusat.

Seperti kabar yang sebelumnya sudah beredar bahwa tahun ini formasi yang  banyak dibutuhkan adalah formasi untuk profesi guru. Formasi yang ada tercatat sudah mencapai jumlah 1.191.718 untuk instansi daerah. Rinciannya adalah 1.002.616 untuk formasi guru PPPK dan 700.008 untuk formasi PPPK non-guru. Sedangkan 119.094 sisanya adalah formasi CPNS.

Dalam seleksi CPNS pada tahun 2021 ini Tjahjo Kumolo akan mengupayakan agar semua posisi yang dibutuhkan bisa terisi. Namun bila tidak semuanya terisi, maka anggaran yang sudah diberikan oleh Kementerian Keuangan akan dialihkan untuk membiayai kebutuhan formasi pada tahun 2022 nanti.

Seleksi tahun ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan mendongkrak daya saing para Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan salah satu caranya adalah dengan terus mengurangi jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja sebagai pelaksana administrasi. Meski begitu belum ada penjelasan terperinci mengenai apakah dalam seleksi ini jabatan administrasi akan tetap dibuka atau tidak.

Bersumber dari kementerian bahwa hingga saat ini tercatat ada 4,6 juta warga negara Indonesia yang bekerja sebagai seorang PNS. Jumlah terbanyak masih dikuasai oleh pelaksana administrasi yang presentasenya mencapai 39%, kemudian diikuti oleh profesi guru sebanyak 36%, tenaga teknis serta kesehatan 14% dan yang paling rendah adalah profesi struktural yang presentasenya sebesar 11%.

Sebelumnya Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dwi Atmaji mengatakan bahwa seleksi Calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini akan tetap adil dan transparan. Dwi Atmaji Mengklaim rekrutmen CPNS tahun 2021 ini akan tetap menggunakan sistem ujian dengan Computer Assisted Test (CAT).

Sistem yang telah digunakan sejak tahun 2013 ini dikatakan berhasil mencegah kecurangan yang mungkin bisa dilakukan oleh peserta tes dan menghindari praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dalam tes CPNS.

Selain itu dengan penerapan tes dengan sistem Computer Assisted Test ini akan mampu menjaring para calon pegawai dengan kemampuan dasar yang baik dan berkualitas.

Meski begitu upaya peningkatan akan tetap terus dilakukan dalam tes CPNS dari tahun ke tahun. Proses perbaikan dan pengembangan secara berkesinambungan akan terus dilakukan oleh pihak dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Wahyu Atmaji dalam acara rapat koordinasi virtual bersama instansi pusat dan daerah mengatakan bahwa  salah satu upaya perbaikan yang dilakukan misalnya adalah dengan memulai proses Talent Scouting atau pengembangan proses  penerimaan berbasis kebutuhan yang bukan dilakukan setahun sekali pada waktu tertentu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel